Paams on wordpress…

The Call – Regina Spektor

4 Juli, 2008 · 4 Tanggapan

Hey. Udah lama banget saya gak update. Di post pertama saya bilang akan menampilkan sisi dengan cerita-cerita pendek… tapi berubah. Saya gak jago bikin cerita pendek. Mudah menentukan tema, banyak malah. Tapi susah untuk memulai sesuatu, dan apalagi, mengakhirinya. Jadi mungkin wordpress ini… hanya untuk unek-unek saya aja.

hmm… Udah banyak yang nonton The Chronicles of Narnia : Prince Caspian? Kalo udah… mungkin ada yang notice kalau dibagian akhir film itu ada lagunya. Lagu yang pertama kali saya denger… saya naksir sama lagu itu. Love at first sight.

Lagu yang setelah saya cari-cari berjudul : The Call – Regina Spektor. Wow. Itu lagu yang bisa ‘nyentuh’ banget. Apalagi setelah liat liriknya.

Regina Spektor – The Call

It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word

And then that word grew louder and louder
‘Til it was a battle cry
I’ll come back
When you call me
No need to say goodbye

Just because everything’s changing
Doesn’t mean it’s never been this way before
All you can do is try to know who your friends are
As you head off to the war

Pick a star on the dark horizon
And follow the light
You’ll come back when it’s over
No need to say goodbye

You’ll come back when it’s over
No need to say goodbye

Now we’re back to the beginning
It’s just a feeling and no one knows yet
But just because they can’t feel it too
Doesn’t mean that you have to forget

Let your memories grow stronger and stronger
‘Til they’re before your eyes
You’ll come back
When they call you
No need to say goodbye

You’ll come back
When they call you
No need to say goodbye

Biasanya, di lirik lagu yang saya suka, pasti ada bagian dari lirik yang nyentuh, yang bisa ‘klik’ dengan perasaan sayah. Dan di lagu itu… yang paling klik adalah tepat di kalimat pertama.

“It started out as a feeling.”

feeling. Dari pertama ngobrol sama dia…ada bunyi ‘klik’ di otak saya. There is a feeling…bukan feeling kuat. Tapi ada sesuatu yang menggelitik. Yang membuat saya, sehabis ngobrol pertama kali sama dia, jadi senyum-senyum sendiri.

“Which then grew into a hope.”

Dan dia… ternyata… mendekati saya. Wow. Dan dengan otomatis dari perintah otak saya : ‘hey, jual mahal sama orang itu! sekalipun lo suka!’ dan dia seringkali gak sadar… kalau sebenernya saya yang jual mahal gini… mempunyai harapan yang besar sama dia. Dan pada suatu kesempatan… dia bilang dia punya harapan besar pada saya. Ew, its sweet. Tapi saat dia mengatakan itu… sikonnya lagi gak enak. Not sweet, but sad…

“Which then turned into a quiet thought.”

Hmm… dia bilang saya itu tarik ulur. Kadang nunjukkin kalau saya suka juga sama dia, kadang cuek, gak peduli. Saya cuma diam…diam untuk memperhatikan dia, walaupun kadang saya pikun sama hasil dari memperhatikan itu. Saya sering berpikir… tentang dia, tentang harapan-harapan saya, tentang masa depan saya dengan dia…hanya dipikirkan atau ditulis, diceritakan juga nggak. Kenapa? Dunno..

“Which then turned into a quiet word.”

Paling nggak sekarang saya udah nggak sediam dulu… I started to talk about my feeling… meskipun saya malu, malu banget! Tapi ada sesuatu didalam diri saya, menyuruh saya untuk jangan diam terus! Karena dia yang biasanya gak pernah ngejar cewek… kebalikannya malah, dan sekarang dia banting harga, untuk ngejar saya. Dan saya yang biasanya ngejar jadi jual mahal… lucu ya, hehehe. Saya gak banyak berkata-kata…dulu. Tapi sekarang? Jangan tanya… asli nya saya udah keluar semua, hehe.

“And then that word grew louder and louder.”

Yeap, dari yang awalnya cuma diem… sekarang jadi bener-bener jadi diri saya apa adanya. Suer, sama mantan yang sebelumnya aja gak segininya… Perlahan, tapi saya semakin membuka diri padanya… cie cie… uhui, hehe.

“‘Til it was a battle cry.”

Hmm… bingung mengartikan kata yang satu ini. Battle cry? Ribut-ribut kecil ada… cry? Jujur sama dia saya jadi rapuh… sangat rapuh… dikit-dikit nangis. Dia gak suka itu, saya tau. Tapi yang namanya nangis gak bisa saya atur kan? Masalahnya adalah saya.sangat.tidak.ingin.kehilangan.dia.

“I’ll come back
When you call me
No need to say goodbye.”

Dia gak call me juga saya come back kok… Kemarin salah satu hari terburuk selama saya kenal dia. Saat kepercayaan dipertanyakan… saat saya jadi gelap mata.. saat saya membuatnya celaka… membuat dia sakit, luar dalam. hati dan badan. Dia… kecewa, kecewa banget. Saya juga, kecewa banget… sama diri saya sendiri. Sama saya yang gegabah. Kepercayaan yang saya pikir telah saya punya dengan baik, dan hancur karena 1 sms aja. Itu konyol. Dan saya.. menyesal banget. Kalo bukan karena saya, dia gak akan begini. Saya penyebabnya. Saya si masalah itu. Si bodoh.

“Just because everything’s changing
Doesn’t mean it’s never been this way before
All you can do is try to know who your friends are
As you head off to the war.”

Yah, mau gak mau semua berubah. Kejadian kemarin memang gak memisahkan saya dengan dia, tapi cukup membuat banyak hal berubah. Sikapnya terutama, dan perasaan bersalah saya yang kayaknya bakal menetap… permanen. Everything’s changed. Tapi bukan berarti… kenangan kita yang dulu itu seperti gak pernah terjadi. Yang manis-manis kayak gula-gula itu. Saya terus meyakinkan dia… bahwa saya gak akan seperti kemarin, saya gak akan sekasar kemarin.

Hmm, sebenernya postnya tentang dia atau lagunya sih? hehehe..

Buat yang penasaran sama lagunya, nih link nya buat download tuh lagu. Saya langsung yang upload ^^

Klik sini aja…
So… good bye… see ya later in the next post!

Kategori: Uncategorized
Ditandai: , , , , ,

4 tanggapan so far ↓

  • proletarman // 5 Juli, 2008 pada 12:33 am

    yah filmnya kan anak2 banget..
    jadi ga tertarik deh..
    mendingan nonton kungfu panda
    konyol habis deh..

  • tammi // 13 Juli, 2008 pada 10:52 pm

    heh siapa tuh yg bilang filmnya anak-anak banget!??
    justru ya, di hal sesimpel dan terlihat seperti film anak-anak.. banyak hal-hal bijak yg bisa kita pelajari dan kita telaah..
    oke
    no hurts feeling :) :)

    paams. iya, lagu the call itu emang oke bgt.
    liriknya pas bngt!
    gokil..
    gak cuman elo
    gue juga ngerasa kayak gitu kok :)

  • sofianblue // 14 Juli, 2008 pada 7:37 pm

    Tulisan kamu keren Paams..
    kalau kau bisa lebih ngotot dikit untuk terus berlatih nulis, saya yakin akan jadi penulis novel.

  • KiMi // 14 Juli, 2008 pada 8:32 pm

    Saya suka lagunya… Suka… Sangat sangat sangat suka!! Filmnya bagus gak??

Tinggalkan sebuah Komentar